Ad Code

Profil dan Biodata Getúlio Dornelles Vargas, Mantan Presiden Brasil Yang Tewas Bunuh Diri



Getlio Dorneles Vargas, lahir 19 April 1882 Ke Sao Borja dan mati
24 Agustus 1954 Ke Rio de Janeiro, merupakan negarawan Brazil, dua kali menjadi Presiden Brasil (1930-1945 dan 1951-1954).Diantara kalian pasti banyak yang tidak mengenal mantan presiden ini? Nah untuk mengenal lebih dalam tentang Getlio Dorneles Vargas, Berikut inilah profil dan biodata mantan presiden Brasil, Getúlio Dorneles Vargas

Profil Mantan Presiden Brasil, Getúlio Dorneles Vargas

Getúlio Dorneles Vargas lahir pada 19 April 1882 dalam Rio Grande do Sul Ke Sao Borja, dekat perbatasan Argentina, dalam keluarga gaúchos dari pampas. Keluarga ayahnya, Manuel do Nascimento Vargas, menikah dengan Cândida Dorneles Vargas, berasal dari Azores.

Pada tahun 1911 Getúlio Dorneles Vargas menikah dengan Darcy Lima Sarmanho, dan kemhudian memiliki lima anak yakni Luteri Vargas, Getulinho (yang meninggal muda), Alzira Vargas, Jandira dan Manuel Sarmanho Vargas (Maneco).

Getlio Dorneles Varga belajar di Rio Grande do Sul lalu ke Ouro Preto. Saat belajar disana ada sebuah peristiwa yang tak disangka, saudara-saudaranya terlibat dalam perjuangan yang berakhir dengan kematian siswa paulis Carlos de Almeida Prado Júnior the 7 Juni 1897. Peristiwa ini mempercepat kembalinya Getúlio dan saudara-saudaranya ke Rio Grande do Sul.

Pada tahun 1898 di Rio Grande do Sul, ia menjadi prajuirt dari garnisun kampung halamanya. Perjalanannya melalui Angkatan Darat dan latar belakang militernya sangat menentukan dalam pemahamannya tentang masalah pasukan bersenjata, serta dalam komitmennya untuk memodernisasi mereka, untuk menjaga disiplin mereka dan mencoba menjauhkan mereka dari politik ketika dia menjadi presiden.

Pada tahun 1907 ia mendapatkan gelar dan kemudiaan berlatih sebagai pengacara ke forum. dari Porto Alegre, sebelum bergabung Sao Borja untuk menjalankan profesi pengacara. Seperti banyak orang sezamannya, Vargas kemudian dipengaruhi oleh positivisme, yang memberi Brasil mata uangnya, dan Kastilia, doktrin dinamai Júlio de Castilho dan yang melihat politik sebagai misi Kristen sejati.

Keahliannya sebagai pembicara memungkinkan dia untuk menyampaikan pidato resmi di pemakaman Castilho pada tahun 1903. Setelah ia menyelesaikan dinas militernya,Pada 1904 ia pun masuk ke Fakulutas Hukum dari Universitas Federal Rio Grande do Sul di Porto Alegre.

Getlio Dorneles Vargas merupakan kepala sipil Revolusi tahun 1930, yang mengakhiri Republik lama dengan digulingkan oleh a Pemberontakan presidennya, Washington Luis. Dari tahun 1930 hingga 1945, ia memerintah Brasil dalam tiga fase yang berbeda: dari tahun 1930 hingga 1934 dalam pemerintahan sementara, dari tahun 1934 hingga 1937 dalam pemerintahan konstitusional, yang dipilih oleh Kongres Nasional Brasil, dan dari tahun 1937 hingga 1945 dalam kerangka otoriter parlemen.

Para pendukungnya menjuluki dirinya sebagai "bapak orang miskin".  dia terpilih kembali melalui hak pilih universal langsung pada tahun 1951. Dia memimpin kebijakan pekerjaan besar, menasionalisasi sumber daya minyak, memperkenalkan langkah-langkah proteksionis dan mempromosikan reformasi sosial.

Pada 24 Agustus 1954, Presiden Brasil Getulio Vargas ditemukan tewas diduga bunuh diri. Tewasnya presiden terjadi beberapa jam setelah dia mengundurkan diri dari jabatannya di tengah krisis politik yang semakin parah kala itu.

Getlio Dorneles Vargas meninggalkan catatan bunuh diri dramatis yang disiarkan di radio nasional hanya dua jam setelah tubuhnya ditemukan. Di dalam surat itu, ia mengeluhkan upayanya untuk membebaskan rakyat Brasil terhambat oleh kepentingan asing yang ditudingnya sebagai penyebab krisis ekonomi.

Biodata Mantan Presiden Brasil,  Getúlio Dorneles Vargas

Tempat, tanggal lahir: São Borja, Rio Grande Selatan, Brasil 19 April 1882

Meninggal: 24 Agustus 1954, Catete Palace: Museum of the Republic, Rio De Janeiro, Rio de Janeiro, Brasil

Penghargaan: Grand Cross - Order of Merit of the Federal Republic of Germany

Karir: Presiden Periode (1930-1945 dan 1951)

Posting Komentar

0 Komentar